oleh

Kue Lumpur Bakar Nduk D’Tha di Pare, Dibakar Arang Bikin Aroma Smoky Makin Menggoda

Jajanan Tradisional dengan Sensasi Berbeda, Lumer di Dalam dan Harum Asap Arang

Kediri,WartaPanjalu.com — Jajanan tradisional tak pernah kehabisan cara untuk tampil menarik. Di Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri, ada kue lumpur yang dimasak dengan cara berbeda dari biasanya.

Namanya kue lumpur bakar Nduk D’Tha. Bukan dikukus atau hanya mengandalkan panas dari bawah cetakan, kue lumpur ini dimasak dengan bantuan tungku berisi arang yang diletakkan di bagian atas.

Cara memasak tersebut membuat aroma asap arang perlahan meresap ketika kue matang. Hasilnya, muncul sensasi smoky yang menjadi ciri khas sekaligus daya tarik jajanan ini.

Dibakar dengan Arang, Bagian Dalam Tetap Lumer

Kue lumpur bakar Nduk D’Tha berada di Jalan PB Sudirman, Kecamatan Pare, tepatnya di kawasan timur Stadion Canda Bhirawa Pare dan di depan Swalayan Dinasti.

Usaha yang dikelola keluarga Dita tersebut telah berjalan sekitar empat tahun. Dari sebuah kegemaran mencicipi berbagai kuliner, lahirlah ide untuk menghadirkan kue lumpur dengan karakter berbeda di Pare.

Sofia Putri, anak Dita, mengatakan ibunya memang memiliki kegemaran mencoba berbagai makanan. Bahkan, setiap akhir pekan, Dita kerap berburu kuliner sejak pagi hingga malam.

“Ibu itu suka kuliner. Setiap hari Minggu biasanya kulineran dari jam 4 pagi sampai malam jam 8,” kata Sofia saat ditemui di kedainya, Minggu (20/9/2026).

Terinspirasi dari Kuliner Sidoarjo dan Malang

Dalam perjalanannya berburu kuliner, Dita menemukan kue lumpur bakar di wilayah Sidoarjo dan Malang. Dari situlah muncul keinginan untuk membuat produk serupa dengan cita rasa yang disesuaikan dengan selera masyarakat Pare.

Sejumlah percobaan resep dilakukan hingga akhirnya ditemukan komposisi yang dianggap pas.

Adonan kue lumpur bakar Nduk D’Tha dibuat dari bahan dasar santan, telur dan tepung. Nama Nduk D’Tha sendiri diambil dari nama Dita, sang pemilik usaha.

Tungku Arang Dibuat Sendiri

Proses memasak menjadi bagian paling menarik dari kue lumpur ini.

Adonan yang masih cair dituangkan ke dalam cetakan. Setelah itu, bagian atasnya ditutup menggunakan tungku berbentuk bulat yang telah diisi arang.

Tungku tersebut dibuat sendiri dan disesuaikan dengan ukuran cetakan agar panas dari arang bisa menyebar dengan baik.

Panas arang membuat bagian atas kue matang secara perlahan. Pada saat bersamaan, aroma asap memberikan karakter khas yang sulit ditemukan pada kue lumpur biasa.

Meski matang, bagian dalam kue tidak dibuat terlalu padat. Teksturnya tetap lembut dengan bagian tengah yang sedikit lumer.

“Kalau di sini dari adonan cair ditutup sama tungku arang jadi padat. Tapi tidak terlalu padat, masih ada lumer-lumernya,” ujar Sofia.

Ada Tiga Pilihan Rasa

Untuk pilihan rasa, Nduk D’Tha menyediakan tiga varian, yakni original, nangka dan kelapa muda.

Harganya cukup terjangkau. Varian original dibanderol mulai Rp2.500 per buah, sedangkan rasa nangka dan kelapa muda masing-masing Rp3.000 per buah.

Pembeli yang ingin mencoba beberapa rasa sekaligus juga bisa memilih paket campuran seharga Rp15.000. Dalam satu paket terdapat dua kue lumpur original, dua rasa nangka dan dua rasa kelapa muda.

Produksi Bisa Capai 250 Paket Sehari

Dalam sehari, produksi kue lumpur bakar Nduk D’Tha dapat mencapai sekitar 60 hingga 80 liter adonan.

Jumlah tersebut bisa menghasilkan hingga sekitar 250 paket kue lumpur bakar, tergantung permintaan pelanggan.

Selama empat tahun berjualan, jajanan ini pun mulai memiliki pelanggan tetap. Sofia mengatakan, pada awal usaha, tidak semua pembeli langsung terbiasa dengan aroma dan karakter rasa yang dihasilkan dari pembakaran menggunakan arang.
Namun, perlahan respons pelanggan berubah.

Aroma smoky yang semula dianggap asing justru menjadi salah satu karakter yang dicari pelanggan.

“Awal-awal katanya masih mentah karena belum mengenal. Tapi sekarang sudah mantap, sudah enak,” ungkap Sofia.

Kedai Kecil, Pembeli Silih Berganti

Meski ukuran kedainya hanya sekitar 2×3 meter, pembeli terlihat silih berganti untuk mendapatkan kue lumpur bakar tersebut.

Salah satunya Renita, pembeli asal Kecamatan Kepung. Ia mengaku cukup sering membeli kue lumpur bakar Nduk D’Tha karena rasanya berbeda dengan kue lumpur pada umumnya.

Menurutnya, jajanan tersebut cocok dijadikan camilan untuk dinikmati bersama keluarga.

“Saya kerap membeli kue lumpur ini karena memang ini satu-satunya dan rasanya enak. Biasanya saya beli siang hari untuk dimakan bersama keluarga,” kata Renita.

Aroma Arang Jadi Ciri Khas

Pembeli lainnya, Ilya, juga berasal dari Kecamatan Kepung. Ia mengetahui keberadaan kue lumpur bakar tersebut dari seorang teman ketika mengikuti les renang di Pare.

Rasa penasaran membuatnya datang untuk mencoba. Ia tertarik karena proses memasaknya menggunakan arang.

Menurut Ilya, aroma arang membuat kue lumpur tersebut memiliki karakter yang berbeda.

“Rasanya berbeda karena ada ciri khas bau arangnya, smoky-nya. Untuk cita rasa juga memang enak,” ujar Ilya.

Mengandalkan Keunikan dan Konsistensi Rasa

Bagi pelaku usaha kuliner, keunikan produk menjadi salah satu cara untuk bertahan di tengah banyaknya pilihan jajanan.

Namun, keunikan saja tidak cukup. Konsistensi rasa juga menjadi perhatian agar pelanggan yang kembali membeli tetap mendapatkan cita rasa yang sama.

Hal itulah yang terus dijaga oleh keluarga Dita. Mereka ingin mempertahankan karakter kue lumpur bakar yang selama ini menjadi alasan pelanggan datang kembali.

Sofia berharap jumlah pelanggan terus bertambah tanpa menghilangkan ciri khas produk tersebut.

Ia juga membuka peluang untuk mengembangkan usaha dengan menghadirkan cabang di masa mendatang.

“Semoga pelanggannya tetap balik lagi. Rasanya tetap meskipun nanti ada yang buka cabang. Semoga makin laris, makin ramai. Insya Allah kita mau buka cabang,” katanya.

Buka Setiap Hari

Bagi masyarakat yang ingin mencoba, kue lumpur bakar Nduk D’Tha buka setiap hari mulai pukul 08.00 hingga 15.00 WIB.

Perpaduan resep sederhana, tekstur lembut dan sedikit lumer, aroma smoky dari pembakaran arang serta harga yang ramah di kantong membuat kue lumpur bakar Nduk D’Tha menjadi salah satu pilihan jajanan unik di Pare.

Bukan sekadar kue lumpur biasa, proses pembakaran dengan arang memberikan pengalaman rasa tersendiri yang membuat jajanan tradisional ini punya karakter berbeda.(Sum/Her)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed