oleh

Narik Malam Jadi Taruhan, Ojol Pare Soroti Ancaman Begal: “Sangat Rawan”

Pengemudi Ojol Minta Komunikasi dengan Polisi Diperkuat, Polsek Pare Ajak Jadi Mata dan Telinga Kamtibmas

Kediri,WartaPanjalu.com – Jalanan malam bukan sekadar soal mengejar order. Bagi pengemudi ojek online (ojol) di Pare, Kabupaten Kediri, menerima pesanan di luar jam kerja juga berarti berhadapan dengan potensi kerawanan keamanan.

Kekhawatiran itu disuarakan Ojol Pare Community (OPC) dalam kegiatan Cangkruk Kamtibmas bersama Polsek Pare di Cafe Pojok Polsek Pare, Jumat (25/9/2026).

Ketua OPC Muh Shobri secara terbuka menyoroti risiko yang dihadapi pengemudi ketika harus mengambil atau mengantar penumpang pada waktu rawan.

“Kalau kerawanan yang sering terjadi itu biasanya narik ojol di luar jam kerja. Nah, pastinya itu sangat rawan terjadi begal dan lain-lain,” kata Shobri.

Menurutnya, persoalan keamanan menjadi hal yang tidak bisa dilepaskan dari aktivitas pengemudi ojol. Mobilitas yang tinggi membuat mereka harus keluar masuk berbagai lokasi, termasuk ketika kondisi jalan mulai sepi.

Karena itu, Shobri menilai komunikasi langsung dengan kepolisian sangat penting. Bukan hanya ketika terjadi persoalan, tetapi juga sebagai langkah membangun kewaspadaan dan mempercepat komunikasi apabila pengemudi menghadapi situasi yang mencurigakan di lapangan.

Ia berharap forum seperti Cangkruk Kamtibmas tidak berhenti sebagai pertemuan sesaat.

“Harapannya kegiatan seperti ini bisa dilakukan terus-menerus karena bisa mengurangi sekat antara pihak kepolisian dan teman-teman ojol,” ujarnya.

Ojol Diminta Tak Diam Jika Temukan Gangguan Kamtibmas
Kapolsek Pare AKP Wendi Sulistiono menyambut komunikasi tersebut. Menurutnya, pengemudi ojol memiliki posisi strategis karena mobilitas mereka sangat tinggi dan menjangkau banyak wilayah.

Polisi berharap pengemudi tidak hanya fokus mengantar penumpang maupun mengejar pesanan, tetapi juga ikut berperan menjaga situasi keamanan lingkungan.

“Kami berharap komunikasi antara Polsek Pare dengan komunitas ojol dapat terus terjalin dengan baik,” kata Wendi.

Ia meminta pengemudi segera menyampaikan kepada polisi apabila menemukan kejadian atau potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.

Namun, Wendi juga mengingatkan agar informasi yang diterima maupun disampaikan dipastikan terlebih dahulu kebenarannya. Informasi yang belum jelas jangan sampai justru berkembang menjadi kabar tidak benar dan memicu keresahan.

Bukan Cuma Soal Begal, Keselamatan di Jalan Juga Disorot
Dalam forum tersebut, polisi juga mengingatkan pengemudi mengenai keselamatan berlalu lintas.
Para pengemudi diminta selalu menggunakan helm, mematuhi rambu dan aturan lalu lintas, tidak menggunakan telepon seluler saat berkendara, serta mengutamakan keselamatan penumpang dan pengguna jalan lainnya.

Wendi menegaskan, Polsek Pare juga membuka ruang komunikasi bagi komunitas ojol untuk menyampaikan kritik, saran maupun persoalan yang ditemui ketika bekerja.

“Kami dari Polsek Pare juga terbuka terhadap masukan, kritik dan saran dari rekan-rekan komunitas ojol. Apabila ada persoalan di lapangan, mari kita komunikasikan dan carikan solusi bersama,” ujarnya.

Cangkruk Kamtibmas tersebut diharapkan menjadi pintu untuk memperkuat hubungan antara polisi dan komunitas ojol.

Sebab, keamanan di jalan tidak hanya bergantung pada keberadaan petugas. Para pengemudi yang setiap hari bergerak dari satu titik ke titik lain juga memiliki peran penting dalam menyampaikan informasi dan menjaga situasi tetap kondusif.(Sum/Her)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed