oleh

Tragedi KMP Virgo Transport 8: Jenazah Ibnu Pulang, Tangis Pecah di Deyeng Kediri

Sempat menjadi penantian keluarga, kepulangan Ibnu Darmawan justru berubah menjadi perpisahan terakhir. Jenazah korban kecelakaan itu tiba di rumah duka dan langsung diantar ke pemakaman.

Kediri,WartaPanjalu.com – Penantian keluarga Ibnu Darmawan (25), warga Desa Deyeng, Kecamatan Ringinrejo, Kabupaten Kediri, akhirnya berujung duka mendalam.

Jenazah Ibnu, salah satu korban kecelakaan KMP Virgo Transport 8, tiba di rumah duka pada Sabtu (26/9/2026) sekitar pukul 10.30 WIB.

Bukan kepulangan yang disambut senyum, Ibnu kembali ke rumah dalam peti jenazah. Isak tangis keluarga dan warga langsung pecah begitu jenazah tiba.

Ibnu diketahui sehari-hari bekerja sebagai sopir truk Fuso Fighter. Kepergiannya meninggalkan luka mendalam bagi keluarga dan warga yang sejak pagi menunggu kedatangan jenazah.

Suasana rumah duka pun berubah haru. Warga berdatangan silih berganti untuk berziarah sekaligus memberikan penghormatan terakhir kepada almarhum.

Dukungan juga mengalir kepada keluarga korban. Sejumlah unsur pemerintah dan aparat hadir di rumah duka, di antaranya Dinas Sosial Kabupaten Kediri, BPBD, Polsek Ringinrejo dan Koramil.

Jajaran Polres Kediri turut datang menyampaikan belasungkawa sekaligus menyerahkan tali asih kepada keluarga Ibnu.

Kapolsek Ringinrejo AKP Totok Triyono mengatakan, kedatangan jajaran kepolisian merupakan bentuk kepedulian kepada keluarga yang tengah menghadapi kehilangan.

“Kami mewakili Bapak Kapolres Kediri AKBP Dr. Muh. Wahyudin Latif dan keluarga besar Polres Kediri turut menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga almarhum,” tutur AKP Totok.

Menurutnya, tali asih tersebut merupakan bentuk perhatian Polres Kediri kepada keluarga korban yang sedang menghadapi masa sulit.

“Semoga tali asih ini dapat sedikit membantu keluarga. Kami juga mendoakan semoga almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan serta kekuatan,” ungkapnya.

Setelah disalatkan, jenazah Ibnu kemudian dibawa menuju tempat pemakaman umum di desa setempat.

Keluarga, kerabat, warga dan sejumlah petugas mengiringi langkah terakhir Ibnu. Tangis yang pecah di rumah duka akhirnya mengiringi kepergian sang sopir truk menuju tempat peristirahatan terakhir.

Ibnu pulang ke Deyeng. Namun kali ini, bukan untuk kembali bekerja, berkumpul bersama keluarga, atau menjalani rutinitasnya. Ia pulang untuk terakhir kalinya.(Sum/Her)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed