oleh

Siswi SMK TI Pelita Nusantara Kediri Raih Medali Perak Olimpiade Bahasa Indonesia, Bidik Emas Tahun Depan Subjudul

Gisela Valencia Putri, siswi kelas X asal Ngadiluwih, Kediri, mengaku hanya belajar sekitar dua pekan sebelum mengikuti olimpiade tingkat nasional yang diikuti lebih dari 200 peserta.

Kediri,WartaPanjalu.com – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan pelajar SMK TI Pelita Nusantara Kediri. Gisela Valencia Putri, siswi kelas X, berhasil meraih medali perak dalam Olimpiade Bahasa Indonesia tingkat nasional.

Menariknya, prestasi tersebut diraih Gisela tanpa persiapan panjang. Siswi berusia 15 tahun asal Manggis, Kecamatan Ngadiluwih, Kabupaten Kediri, itu mengaku hanya membutuhkan waktu sekitar dua pekan untuk mempersiapkan diri sebelum mengikuti perlombaan.

Gisela mengetahui informasi olimpiade tersebut melalui Instagram. Ketertarikannya muncul setelah melihat temannya mengikuti ajang yang sama.

“Awalnya saya lihat teman saya yang ikut olimpiade ini, terus saya tanya bagaimana cara daftarnya. Pas lihat ada mapel Bahasa Indonesia, saya tertarik untuk ikut,” ujar Gisela.

Pelaksanaan olimpiade berlangsung secara daring pada 20 September. Gisela menyebut peserta yang mengikuti kompetisi tersebut mencapai lebih dari 200 orang dari berbagai daerah di Indonesia.

Ia sempat merasa pesimistis ketika mengerjakan soal. Menurutnya, sejumlah soal yang diberikan cukup sulit.

“Saat lihat soalnya lumayan susah, saya merasa enggak ada harapan. Ternyata alhamdulillah dapat medali perak,” tuturnya.

Belajar dari Materi Lama hingga YouTube
Persiapan Gisela dilakukan secara mandiri. Ia kembali mempelajari materi-materi yang pernah didapat saat belajar dan les sebelumnya. Selain itu, ia juga memanfaatkan YouTube untuk memperdalam pemahamannya.

“Belajarnya dulu kan pernah les juga, saya pelajari lagi materi-materi sebelumnya. Terus lihat-lihat di YouTube juga,” katanya.

Olimpiade Bahasa Indonesia ini juga menjadi pengalaman pertama Gisela meraih medali. Sebelumnya, ia memang pernah mengikuti sejumlah olimpiade di bidang Matematika, IPA, dan IPS, tetapi belum memperoleh penghargaan.

Ketertarikannya terhadap Bahasa Indonesia pun terbilang baru. Justru kesempatan mengikuti olimpiade tersebut dimanfaatkannya untuk menguji kemampuan diri.

“Waktu-waktu luang juga sih. Saya tertarik ikut Bahasa Indonesia buat ngetes kemampuan saya juga,” ungkapnya.

Sekolah Bangga, Dorong Siswa Lain Ikuti Kompetisi
Waka Kesiswaan SMK TI Pelita Nusantara, Triantoro, S.Kom, mengaku bangga atas capaian yang diraih Gisela. Apalagi, prestasi tersebut sekaligus membawa nama sekolah di ajang tingkat nasional.

“Saya sangat bangga sekali dan menyenangkan menerima kabar yang baik. Olimpiade Bahasa Indonesia ini membuat nama SMK TI tercantum di dalamnya,” kata Triantoro.

Ia menyebut pihak sekolah juga memberikan apresiasi atas keberhasilan tersebut. Kepala SMK TI Pelita Nusantara, Trius Marsono, turut menyampaikan rasa bangga dan berharap prestasi Gisela dapat dipertahankan sekaligus ditingkatkan.

Menurut Triantoro, capaian Gisela diharapkan menjadi pemantik bagi siswa lain untuk berani mencari dan mengikuti berbagai kompetisi.

Sebab, menurutnya, banyak informasi perlombaan kini tersedia melalui media sosial. Namun, tidak semua siswa mengetahui atau tertarik mencari peluang tersebut.

“Sekarang kebanyakan anak scroll TikTok, main game. Saya kaget ketika menerima kabar Valencia dapat WA ini. Ternyata dia ikut dan mendapatkan medali perak,” ujarnya.

Bidik Medali Emas
Pihak sekolah juga berencana melakukan pendampingan lebih maksimal bagi siswa yang memiliki potensi di bidang tertentu. Guru mata pelajaran dinilai memiliki peran penting untuk memetakan kemampuan sekaligus kekurangan siswa saat mengikuti kompetisi.

Triantoro berharap pengalaman Gisela bisa menjadi bahan evaluasi sekaligus inspirasi bagi siswa lainnya.

“Kalau kita tidak memperhatikan, bakat anak itu tidak akan muncul. Tapi ketika kita bisa melihat, ‘Wah, anak ini sebenarnya bisa mengikuti lomba ini’, pastinya kita akan support dan mendukung,” jelasnya.

Sementara itu, Gisela sudah memasang target berikutnya. Ia ingin kembali mengikuti Olimpiade Bahasa Indonesia dan memperbaiki pencapaiannya.

“Inginnya fokus ikut Olimpiade Bahasa Indonesia lagi agar dapat yang emas,” ucapnya.

Dukungan juga datang dari orang tua. Gisela mengatakan keluarganya terus memberikan motivasi agar dirinya tidak berhenti mencoba.

Selain berprestasi, Gisela juga mengajak teman-temannya untuk mengikuti berbagai perlombaan. Setelah keberhasilannya meraih medali perak, ia mengaku semakin banyak teman yang tertarik belajar bersama.

Setelah menyelesaikan pendidikan di SMK TI Pelita Nusantara, Gisela memiliki cita-cita melanjutkan kuliah di Universitas Brawijaya (UB).(Sum/Her)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed