oleh

Cegah Stunting dari Desa, Pulung Agustanto Dorong Gizi, Sanitasi, dan Orang Tua Asuh di Kediri

Sosialisasi di Balai Desa Padangan, Kayen Kidul, pertemukan DPR RI, BKKBN Jatim, dan DP2KBP3A Kediri untuk perkuat penanganan stunting dan perencanaan keluarga

Kediri,WartaPanjalu.com – Penanganan stunting di Kabupaten Kediri kini tidak lagi hanya soal memberi makan anak. Pemerintah pusat hingga daerah menyatukan langkah: perbaiki gizi, benahi sanitasi, libatkan ayah, dan dampingi keluarga sejak awal kehidupan.

Sinergi itu mengemuka dalam sosialisasi edukatif di Balai Desa Padangan, Kecamatan Kayen Kidul, Rabu (29/10). Kegiatan tersebut menghadirkan Anggota Komisi IX DPR RI Pulung Agustanto, Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Timur Puji Hayuningsih, S.E., M.Sc, serta Perwakilan DP2KBP3A Kabupaten Kediri Istianah, SKM, Mepid.

Gizi Saja Tidak Cukup, Sanitasi Harus Ikut Dibenahi

Dalam paparannya, Pulung Agustanto menegaskan pencegahan stunting harus berjalan beriringan dengan lingkungan yang sehat.

Menurutnya, anak yang berulang kali diare akan kehilangan nutrisi penting untuk tumbuh kembang, sekalipun asupan makannya sudah baik. Karena itu, ia mendorong optimalisasi program Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga), seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) 3B untuk ibu hamil, ibu menyusui, dan balita, Dapur Sehat Atasi Stunting (DASHAT), serta Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING).

“Pencegahan stunting harus dibarengi sanitasi dan lingkungan sehat. Anak yang sering mengalami diare berisiko kehilangan nutrisi penting bagi pertumbuhannya. Generasi sehat hari ini adalah tulang punggung bangsa esok hari. Pemerintah peduli, orang tua wajib lebih peduli,” tegas Pulung.

Ia juga mengajak warga rutin membawa anak ke Posyandu untuk memantau tumbuh kembang. Langkah sederhana itu, kata Pulung, menjadi kunci mewujudkan generasi sehat menuju Indonesia Emas 2045.

Keluarga Jadi Fondasi, Ayah Jangan Hanya Jadi Penonton

Pada sesi pagi, Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Timur, Puji Hayuningsih, menekankan keluarga sebagai tempat pertama anak mengenal dunia sekaligus mendapatkan perlindungan.

Puji memaparkan sejumlah isu strategis yang saling berkaitan, mulai dari pengendalian pertumbuhan penduduk, pencegahan pernikahan dini, pemerataan persebaran penduduk, hingga peningkatan kualitas hidup lansia dan kesehatan ibu-anak.

Ia juga menyampaikan target besar BKKBN, yakni menyalurkan bantuan kepada 1 juta keluarga berisiko stunting pada 2026 melalui program Orang Tua Asuh (OTA) yang melibatkan pemerintah daerah, dunia usaha, dan masyarakat umum.

“Selain pemenuhan gizi, keterlibatan ayah dalam pola asuh, edukasi kesehatan reproduksi, serta perencanaan keluarga menjadi kunci penting membangun keluarga berkualitas demi mengoptimalkan bonus demografi 2025-2045,” ujar Puji.

Kenali Penduduk, Rencanakan Masa Depan Kediri

Sementara itu, DP2KBP3A Kabupaten Kediri melalui Istianah, SKM, Mepid, membawakan materi bertajuk “Yuk Kenali Penduduk dan Masa Depan Kita”.

Istianah menjelaskan, dinamika penduduk dipengaruhi tiga faktor utama: kelahiran, kematian, dan migrasi. Pemahaman atas tiga faktor itu sangat vital bagi perencanaan pembangunan daerah.

Data kependudukan yang akurat membantu pemerintah mendesain fasilitas publik secara tepat sasaran, mulai dari penyediaan sekolah, sarana kesehatan, hingga infrastruktur pendukung. Pengelolaan kependudukan yang baik juga menjadi benteng untuk mengantisipasi lonjakan pengangguran, kemiskinan, dan dampak urbanisasi.

“Masyarakat diharapkan tidak hanya menjadi objek pembangunan, tetapi juga subjek yang aktif merencanakan masa depan melalui perencanaan keluarga, pendataan penduduk, serta peningkatan keterampilan,” pungkas Istianah.

Sosialisasi di Padangan ini menjadi penanda bahwa penanganan stunting di Kediri kini bergerak lebih komprehensif. Bukan sekadar program sesaat, melainkan gerakan bersama untuk memastikan setiap anak tumbuh sehat, dan setiap keluarga mampu merencanakan masa depannya sendiri.(Sum/Her)
​

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed