Sebanyak 63.805 ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non-PAUD di Kabupaten Kediri menjadi sasaran program intervensi gizi MBG 3B.
Kediri, WartaPanjalu.com — Percepatan penurunan stunting dan penguatan ketahanan keluarga menjadi perhatian serius dalam pembangunan sumber daya manusia. Untuk mendorong upaya tersebut, anggota DPR RI Dapil Jawa Timur VI, Pulung Agustanto, menggandeng Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Timur menggelar Sosialisasi dan Fasilitasi Program Bangga Kencana Bersama Mitra Kerja Tahun 2026.
Kegiatan tersebut berlangsung di Kantor Desa Grogol, Kecamatan Grogol, Kabupaten Kediri, Kamis (15/10/2026). Sejumlah perangkat desa, kader Posyandu, kader Bina Keluarga Balita (BKB), Tim Pendamping Keluarga (TPK), serta tokoh masyarakat mengikuti kegiatan yang membahas penanganan stunting dan penguatan peran keluarga tersebut.
Dalam kesempatan itu, Pulung menegaskan bahwa pembangunan sumber daya manusia berkualitas harus dimulai dari keluarga. Pemenuhan gizi, pola pengasuhan anak, serta ketahanan ekonomi dan sosial keluarga menjadi faktor penting untuk menyiapkan generasi penerus menuju Indonesia Emas 2045.
“Keluarga adalah fondasi utama bangsa. Jika kita ingin mewujudkan Indonesia Maju 2045, maka perbaikan gizi, pola pengasuhan anak, serta ketahanan ekonomi dan sosial keluarga harus kita kawal bersama mulai dari tingkat desa,” tegas Pulung.
Ia menambahkan, DPR RI berkomitmen mendukung kebijakan anggaran dan pengawasan program strategis di bidang kependudukan serta pembangunan keluarga. Dengan demikian, pelaksanaan program diharapkan tidak berhenti pada sosialisasi, tetapi benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.
63.805 Warga Kediri Jadi Sasaran Intervensi Gizi
Sementara itu, perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Timur, Sukamto, S.E., M.Si., memaparkan tantangan kependudukan di Jawa Timur, termasuk percepatan penurunan stunting serta dinamika pernikahan dan perceraian.
Berdasarkan data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) yang disampaikan dalam kegiatan tersebut, prevalensi stunting di Jawa Timur tercatat 14,7 persen, lebih rendah dibandingkan angka nasional sebesar 19,8 persen.
Meski demikian, Kabupaten Kediri masih menjadi salah satu wilayah yang mendapat perhatian dalam pelaksanaan intervensi gizi. Jumlah sasaran penerima manfaat program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non-PAUD atau MBG 3B di Kabupaten Kediri mencapai 63.805 orang.
Rinciannya terdiri dari 6.151 ibu hamil, 15.383 ibu menyusui, dan 42.271 balita non-PAUD. Sementara itu, sasaran program MBG 3B di seluruh Jawa Timur disebut mencapai lebih dari 1,38 juta orang.
“Pemenuhan gizi harus menjadi perhatian bersama, terutama pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Periode ini sangat menentukan pertumbuhan dan perkembangan anak sehingga perlu mendapat pendampingan sejak masa kehamilan,” jelas Sukamto.
Periode 1.000 HPK mencakup 270 hari selama kehamilan dan 730 hari setelah kelahiran hingga anak berusia dua tahun. Pada fase tersebut, pemenuhan gizi dan pengasuhan yang tepat menjadi bagian penting dalam mendukung tumbuh kembang anak sekaligus mencegah risiko stunting.
Perkuat Pengasuhan hingga Pemberdayaan Lansia
Selain membahas intervensi gizi, BKKBN Jawa Timur juga memperkenalkan sejumlah program prioritas untuk memperkuat ketahanan keluarga di berbagai kelompok usia.
Program tersebut meliputi Taman Asuh Sayang Anak (Tamasya), yang mendukung layanan pengasuhan anak; Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI), untuk meningkatkan keterlibatan ayah dalam pengasuhan; serta SIDAYA atau Lansia Berdaya, yang mendorong pemberdayaan lansia berbasis komunitas.
BKKBN juga memperkenalkan Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting), yang mengajak masyarakat memperkuat gotong royong dalam membantu memenuhi kebutuhan keluarga rentan terhadap risiko stunting.
Melalui sosialisasi ini, masyarakat Desa Grogol diharapkan semakin aktif memantau pertumbuhan dan perkembangan anak, rutin membawa anak ke Posyandu, serta menerapkan pola hidup bersih dan sehat.
Kolaborasi pemerintah, tenaga pendamping keluarga, kader kesehatan, dan masyarakat di tingkat desa diharapkan mampu memperkuat pencegahan stunting sekaligus membangun keluarga yang sehat, tangguh, dan berkualitas di Kabupaten Kediri.(*/Sum/Her)











Komentar