Kapolres Kediri Kota AKBP Kresno Wisnu Putranto cek langsung pelatihan di Neptune Cruise, kerahkan 105 Bhabinkamtibmas data warga nganggur agar dapat skill dan kerja
Kediri,WartaPanjalu.com – Tekanan untuk mengurangi angka pengangguran di Kota Kediri kini datang dari kepolisian. Melalui Program Polisi Peduli Pengangguran (Poliran), Polres Kediri Kota menjalin sinergi langsung dengan lembaga pelatihan kerja untuk membuka akses keterampilan bagi warga yang belum bekerja.
Komitmen itu ditunjukkan Kapolres Kediri Kota AKBP Kresno Wisnu Putranto, S.H., S.I.K., M.Si., dengan kunjungan kerja ke Lembaga Neptune Cruise di Jalan Hasyim Ashari No. 49, Kelurahan Bandar Kidul, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri, Kamis (29/10/2026) pukul 10.00 WIB.
Program Poliran sendiri merupakan bagian dari Quick Wins 100 Hari Kapolri. Tujuannya bukan sekadar menjaga keamanan, tapi menyentuh akar persoalan sosial yang berpotensi mengganggu kamtibmas, salah satunya pengangguran.
Dalam kunjungan tersebut, Kapolres didampingi Kapolsek Mojoroto Kompol Rudi Purwanto, S.H., Kasat Intelkam Polres Kediri Kota, Kanit Intelkam Polsek Pesantren AKP Umar Said, serta Kanit II Satintelkam Polres Kediri Kota IPDA M. Puji S. Turut hadir Direktur Neptune Cruise M. Nabil Ronardi, perwakilan agen kapal dan hotel luar negeri Lalu Zulkifli, perwakilan Komunitas Tangan Di Atas (TDA) Irsyad, serta staf Neptune Cruise.

Bukan Penyalur, Tapi Pencetak Skill Siap Kerja
Direktur Neptune Cruise, M. Nabil Ronardi, menegaskan lembaganya bukan sekadar penyalur tenaga kerja. Lembaga yang dirintis ayahnya, H. Koesworo, ini fokus membentuk kompetensi agar peserta didik benar-benar siap tempur di dunia kerja.
Setiap tahun, Neptune Cruise menerima sekitar 200 siswa dalam dua gelombang penerimaan, Januari dan Juni. Pesertanya datang dari berbagai daerah, tidak hanya Kediri, tapi juga luar Jawa seperti Riau dan Kalimantan.
“Neptune bukan lembaga penyalur tenaga kerja, melainkan lembaga yang mempersiapkan keterampilan dan keahlian agar peserta didik memiliki bekal untuk memasuki dunia kerja,” tegas Nabil.
Pelatihan yang diberikan berfokus pada perhotelan kapal pesiar dan kewirausahaan. Selain skill teknis, Neptune juga membantu alumni mendapatkan informasi dan peluang kerja, baik di sektor perkapalan, perhotelan, hingga peluang kerja luar negeri. Faktanya, sejumlah alumni kini sudah bekerja sebagai resepsionis dan juru masak di berbagai hotel di Surabaya.
Neptune juga sebelumnya bekerja sama dengan Kampung Inggris untuk mengasah kemampuan bahasa asing peserta. Ke depan, mereka menyiapkan program Desa Talenta untuk pemberdayaan potensi desa di sekitar lembaga.
Kerahkan 105 Bhabinkamtibmas Data Warga Nganggur
Usai mendengar pemaparan, Kapolres bersama rombongan mengecek langsung sarana dan prasarana pelatihan di Neptune Cruise.
AKBP Kresno Wisnu Putranto menegaskan, pengangguran adalah isu kamtibmas. Warga yang tidak memiliki aktivitas produktif rentan terlibat persoalan sosial. Karena itu, polisi harus hadir memberi solusi.
“Program Poliran merupakan bentuk kepedulian Polri terhadap persoalan sosial di masyarakat, termasuk pengangguran yang berpotensi memengaruhi situasi kamtibmas,” ujarnya.
“Kami ingin program ini benar-benar bermanfaat bagi masyarakat, khususnya dalam membantu mengakomodasi warga yang belum bekerja agar dapat meningkatkan keterampilan dan keahliannya. Harapannya, angka pengangguran di Kota Kediri dapat semakin berkurang,” lanjut AKBP Kresno.
Langkah konkret pun disiapkan. Polres Kediri Kota memiliki 105 personel Bhabinkamtibmas yang tersebar di desa dan kelurahan. Mereka akan diberdayakan untuk mendata warga yang belum bekerja sekaligus menjadi jembatan informasi tentang peluang pelatihan keterampilan di lembaga yang sesuai, termasuk di Neptune Cruise.
Kapolres juga membuka ruang komunikasi seluas-luasnya dengan lembaga pelatihan, komunitas, dan masyarakat untuk mencari solusi bersama penanganan pengangguran di Kota Kediri.
Kunjungan kerja tersebut ditutup dengan ramah tamah dan foto bersama. Melalui Poliran, Polres Kediri Kota ingin menegaskan kehadiran Polri tidak hanya saat menjaga keamanan, tapi juga saat warga butuh peningkatan keterampilan dan kesejahteraan.(Sum/Her)











Komentar