Ratusan warga mengikuti sosialisasi di Kota Kediri. Golkar mendorong pengawalan bantuan PIP, KIP, beasiswa, hingga perbaikan fasilitas pendidikan melalui sinergi wakil rakyat lintas tingkatan.
Kediri,WartaPanjalu.com – Pemerataan akses pendidikan menjadi salah satu perhatian Partai Golkar di Kediri. Melalui sosialisasi bersama masyarakat di Republik Dendy Cafe, Kelurahan Pojok, Kota Kediri, Golkar membuka ruang bagiku warga untuk menyampaikan kebutuhan pendidikan sekaligus persoalan sosial yang membutuhkan perhatian pemerintah.
Kegiatan yang dihadiri sekitar Ratusan peserta dari berbagai elemen masyarakat tersebut diinisiasi anggota DPRD Provinsi Jawa Timur sekaligus Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Kediri, M. Hadi Setiawan.
Hadir dalam kegiatan itu Koordinator Sedulur Sarmungi Bolone Cak Hadi Kabupaten Kediri, Dian Rifky Rahmadhana, S.E., anggota DPRD Kota Kediri Fraksi Golkar, Imam Wihdan Zarkasyi, S.T., M.Si., serta Koordinator Sedulur Sarmungi Bolone Cak Hadi Kota Kediri, Baharudin Yusuf Zarkasi, S.M.

Dalam pertemuan tersebut, para perwakilan Golkar menekankan pentingnya menyerap aspirasi masyarakat secara langsung agar program pemerintah, khususnya di bidang pendidikan, dapat menjangkau warga yang benar-benar membutuhkan.
Anggota DPRD Kota Kediri Fraksi Golkar, Imam Wihdan Zarkasyi, menegaskan bahwa pendidikan harus menjadi kesempatan bagi setiap anak, tanpa terkendala kondisi ekonomi keluarga.
“Kediri sudah dikenal sebagai kota pendidikan. Kami dari Fraksi Golkar tidak ingin ada anak di Kediri yang tidak bisa sekolah karena alasan biaya. Baik sekolah negeri maupun swasta, bantuan fisik, fasilitas, hingga beasiswa akan terus kita dorong ke pusat maupun daerah,” tegas Imam.
Menurutnya, perjuangan pemerataan pendidikan membutuhkan sinergi antara wakil rakyat di tingkat kota, provinsi, hingga pusat. Dengan koordinasi yang baik, aspirasi masyarakat diharapkan tidak berhenti sebatas usulan, tetapi dapat diperjuangkan melalui program dan kebijakan yang tersedia.
Imam menyebutkan, Golkar memiliki lima kursi di DPRD Kota Kediri, satu kursi di DPRD Provinsi Jawa Timur, serta dua kursi di DPR RI. Kekuatan tersebut diharapkan menjadi modal untuk mendorong dukungan kebijakan dan anggaran bagi peningkatan kualitas pendidikan.
“Usulan-usulan itu kita jemput langsung dari warga masyarakat supaya benar-benar ada dan manfaatnya nanti langsung dirasakan,” ujar Imam yang akrab disapa Pak Lek Imam.

Sementara itu, Koordinator Sedulur Sarmungi Bolone Cak Hadi Kota Kediri, Baharudin Yusuf Zarkasi, mengatakan kegiatan tersebut bukan sekadar ajang silaturahmi, melainkan juga sarana untuk mendengar langsung kebutuhan masyarakat, khususnya di wilayah Mojoroto dan Kota Tengah.
Ia berharap sinergi antara DPRD Provinsi Jawa Timur dan DPR RI melalui M. Sarmuji dapat memperkuat perjuangan aspirasi warga, termasuk terkait bantuan pendidikan melalui Program Indonesia Pintar (PIP), Kartu Indonesia Pintar (KIP), dan beasiswa.
“Melalui pertemuan ini, kami ingin memastikan aspirasi pembangunan maupun bantuan pendidikan seperti PIP dan KIP dapat tersalurkan dengan tepat. Apa yang menjadi kebutuhan masyarakat siap kita kawal bersama,” ujar Baharudin.
Tak hanya menyoroti persoalan pendidikan, Dian Rifky Rahmadhana juga mengingatkan para koordinator dan kader agar lebih peka terhadap kondisi sosial masyarakat di lingkungan masing-masing.
Menurutnya, kepedulian kepada warga tidak cukup diwujudkan melalui pertemuan formal. Pendataan langsung terhadap kebutuhan masyarakat menjadi langkah penting agar persoalan yang dihadapi warga dapat segera diusulkan melalui jalur program yang tersedia.
Ia meminta tim di lapangan aktif mencatat berbagai persoalan, mulai dari rumah warga yang membutuhkan perbaikan, fasilitas sekolah yang rusak, hingga anak-anak yang mengalami kendala dalam memperoleh beasiswa.
“Tim di lapangan harus peka. Kalau ada tetangga yang rumahnya butuh perbaikan, fasilitas sekolah yang rusak, atau anak yang terkendala beasiswa, segera catat dan ajukan melalui jalur yang ada. Kita manfaatkan seluruh program daerah, provinsi, hingga pusat agar benar-benar dirasakan manfaatnya oleh warga Kediri,” kata Dian.
Melalui kegiatan tersebut, Golkar berharap komunikasi antara masyarakat dan wakil rakyat semakin terbuka. Aspirasi yang dihimpun akan menjadi bahan perjuangan untuk memperluas akses pendidikan, mendorong pemerataan bantuan, serta meningkatkan kualitas fasilitas sekolah.
Dengan sinergi lintas tingkatan dan kepedulian terhadap kebutuhan warga, upaya mewujudkan pendidikan yang lebih merata di Kota Kediri diharapkan semakin nyata, sehingga kesempatan belajar yang layak dapat dirasakan oleh seluruh anak tanpa terkendala kondisi ekonomi.(Sum/Her)











Komentar