oleh

Kondisi Membaik, Walikota Kediri Pastikan Tak Ada Siswa Korban Keracunan yang Rawat Inap

Update Kondisi 73 Siswa Korban Keracunan di Kediri: Walikota Sebut Mayoritas Mulai Pulih dan Masuk Sekolah

Kediri,Wartapanjalu.com– Kondisi terkini 73 anak yang terdampak kasus keracunan di Kota Kediri menunjukkan perkembangan positif. Walikota Kediri, Vinanda Prameswati, mengonfirmasi bahwa mayoritas siswa telah dinyatakan stabil dan mulai kembali bersekolah, meskipun pemantauan medis terus dilakukan secara intensif.

“Alhamdulillah, dari total anak yang terdampak, hari ini sudah mulai banyak yang masuk sekolah. Mungkin tinggal 5 anak saja yang masih di rumah karena kondisi yang belum sepenuhnya stabil, seperti masih muntah-muntah,” ujar Walikota Vinanda saat memberikan keterangan di Balai Kota Kediri, Jumat (24/4/2026).

Fokus Pemulihan: Tidak Ada Pasien Rawat Inap

Walikota memastikan bahwa dalam musibah ini, tidak ada satu pun siswa yang harus menjalani rawat inap di rumah sakit. Seluruh penanganan dilakukan melalui perawatan di rumah masing-masing dengan pendampingan ketat dari tenaga medis.

“Yang dirawat (di rumah sakit) Alhamdulillah tidak ada, semuanya dirawat di rumah jadi tetap terus kami pantau. Tim Dinkes hari ini juga sudah turun melakukan cek kesehatan langsung kepada anak-anak untuk memastikan kondisi mereka benar-benar stabil,” imbuhnya.

Hasil Investigasi: Temuan E. Coli di SPPG Tempurejo

Di balik proses pemulihan para siswa, Pemerintah Kota Kediri bergerak cepat mengungkap penyebab utama keracunan. Berdasarkan uji laboratorium yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan, ditemukan adanya kontaminasi bakteri berbahaya pada sampel produk.

“Dari hasil uji lab ditemukan adanya bakteri E. coli. Selain itu, dari hasil investigasi kehigienisan, ditemukan bahwa SPPG Tempurejo ini ternyata belum melakukan uji organoleptik secara rutin,” ungkap Vinanda.

Langkah Tegas: Suspensi Operasional dan Koordinasi BPOM

Menyikapi temuan serius tersebut, Pemerintah Kota Kediri tidak main-main. Langkah hukum dan administratif segera diambil untuk menjamin keselamatan warga lebih luas.

Suspensi: Operasional SPPG Tempurejo resmi dihentikan sementara (disuspensi).

Koordinasi: Pemkot telah melaporkan hasil temuan ini kepada BPOM.

Tindak Lanjut: Pemerintah daerah kini menunggu keputusan final dan instruksi teknis dari BPOM terkait status usaha tersebut ke depannya.

“Kami akan terus memantau anak-anak yang masih sakit hingga benar-benar pulih, sembari menunggu hasil keputusan lebih lanjut dari pihak BPOM terkait SPPG Tempurejo,” pungkas Walikota.(Nang/Her)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *