Kediri,Wartapanjalu.com – Aparat kepolisian resmi turun tangan menyelidiki dugaan kelalaian dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Kediri yang menyebabkan puluhan siswa jatuh sakit. Kasatreskrim Polres Kediri Kota, AKP Achmad Elyasarif Martadinata, menegaskan bahwa pihaknya tengah mengumpulkan keterangan dari berbagai saksi dan pihak pengelola.
“Kami sedang mengumpulkan data dan keterangan. Fokus utama saat ini memang memantau kesehatan para korban, namun jika ditemukan indikasi pelanggaran hukum atau kelalaian dalam prosedur, akan kami tindaklanjuti secara tegas sesuai ketentuan,” ujar AKP Elyasarif, Jumat (24/4).
Temuan Bakteri E. Coli dan Penutupan SPPG Tempurejo
Investigasi laboratorium yang dilakukan pasca kejadian mengungkap fakta mengejutkan. Berdasarkan hasil pemeriksaan Dinas Kesehatan, sampel makanan yang dikonsumsi siswa positif tercemar bakteri Escherichia coli (E. coli). Kontaminasi ini menjadi bukti kuat bahwa makanan yang didistribusikan tidak layak konsumsi.
Menyikapi temuan tersebut, Satgas MBG Kota Kediri mengambil langkah drastis dengan menghentikan operasional Satuan Pelayanan Pemakanan Gratis (SPPG) Tempurejo.
“SPPG Tempurejo resmi ditutup sementara untuk evaluasi total. Untuk memastikan program tetap berjalan, distribusi makanan ke sekolah terdampak dialihkan ke SPPG lain yang lebih siap,” ungkap Koordinator SPPG Kota Kediri, Armeityansyah Wahyudi Putra.
Pelanggaran SOP: Waktu Masak dan Kelalaian Uji Rasa
Hasil investigasi internal Satgas menunjukkan adanya pelanggaran serius pada Standar Operasional Prosedur (SOP). Diduga kuat, pihak pengelola tidak mematuhi jadwal pengolahan makanan sehingga terjadi degradasi kualitas sebelum sampai ke tangan siswa.
Selain itu, ditemukan fakta bahwa uji organoleptik—pengujian melalui indra manusia seperti rasa, bau, dan tekstur—tidak dilakukan secara menyeluruh. Tahapan krusial mulai dari pascamasak hingga saat makanan diterima di sekolah dilaporkan banyak yang terlewat.
Kondisi 69 Siswa Berangsur Pulih
Insiden yang terjadi pada Rabu (22/4) ini berdampak pada 69 siswa yang tersebar di SDN Ketami 1, SDN Ketami 2, dan SDN Tempurejo 1. Para korban mengalami gejala keracunan pangan seperti mual, pusing, hingga demam tinggi.
Sekretaris Satgas MBG Kota Kediri, Ferry Djatmiko, memastikan bahwa kondisi anak-anak saat ini sudah membaik dan dalam pemantauan proaktif pihak puskesmas. “Tidak ada siswa yang harus menjalani rawat inap. Situasi sudah terkendali, namun evaluasi ketat terus kami lakukan agar kejadian serupa tidak terulang,” tuturnya.
Komitmen Pemerintah Kota Kediri
Pemerintah Kota Kediri bersama Badan Gizi Nasional (BGN) kini tengah memperketat SOP monitoring dan evaluasi di seluruh titik distribusi. Meski diwarnai insiden ini, pemerintah menegaskan bahwa Program Makan Bergizi Gratis tetap merupakan program strategis yang baik dan akan terus dikawal secara ketat demi keamanan konsumsi para siswa.
Masyarakat diimbau untuk tidak panik dan tetap mendukung program ini, mengingat penanganan telah dilakukan secara cepat dan terpadu oleh lintas sektor, termasuk pihak kepolisian.(Nang/Her)


Komentar