oleh

Dua Kebakaran Beruntun Landa Kediri dari Sabtu Malam hingga Minggu Dini Hari

Kediri, Wartapanjalu.com– Musibah kebakaran melanda dua lokasi berbeda di wilayah Kabupaten Kediri dalam kurun waktu kurang dari 24 jam. Insiden pertama menghanguskan sebagian ruang produksi pabrik pengolahan kayu di Kecamatan Badas pada Sabtu (16/5/2026) malam, disusul kebakaran satu unit rumah tinggal di Kecamatan Gurah pada Minggu (17/5/2026) dini hari. Kedua peristiwa tersebut diduga kuat dipicu oleh hubungan arus pendek atau korsleting listrik.

​Plt. Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Kabupaten Kediri, Kaleb Untung Satrio Wicaksono, mengonfirmasi respons cepat penanganan yang dilakukan oleh Bidang Pencegahan Kebakaran melalui Tim Pemadam Kebakaran (Damkar) Pos Pare. Berkat kesiapan personel di lapangan, penyebaran api berhasil dilokalisir sehingga mencegah dampak meluas ke pemukiman warga sekitar.

Kronologi Kebakaran Pabrik Kayu di Dusun Batan, Badas
​Amukan si jago merah pertama kali terjadi di RT 04 RW 02, Dusun Batan, Desa Blaru, Kecamatan Badas, Kabupaten Kediri pada Sabtu malam. Kebakaran tersebut diketahui pertama kali oleh seorang warga bernama Andi Slamet, yang langsung melaporkan kejadian ke posko pemadam pada pukul 18.50 WIB setelah melihat api berkobar cepat di area produksi pabrik kayu.

​Menanggapi laporan tersebut, Tim Damkar Pos Pare langsung memberangkatkan satu unit armada pemadam bersama enam personel pada pukul 18.55 WIB. Tiba di lokasi dalam waktu 15 menit, petugas langsung melakukan pemadaman taktis sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP). Kobaran api akhirnya berhasil dijinakkan sepenuhnya pada pukul 20.20 WIB. Kerugian materiil ditaksir mencapai Rp 30 juta, namun aset produksi senilai Rp 200 juta berhasil diselamatkan.

​Kebakaran Rumah di Dusun Kajoran, Gurah Akibat Alat Penanak Nasi
​Belum genap beberapa jam pasca penanganan di Kecamatan Badas, Tim Damkar Kediri kembali menerima laporan kebakaran pada Minggu dini hari pukul 02.15 WIB. Kali ini, sebuah rumah tinggal yang terletak di RT 02 RW 01, Dusun Kajoran, Desa Bogem, Kecamatan Gurah ludes terbakar saat pemilik rumah dan warga sekitar tengah terlelap tidur.

​Berdasarkan keterangan saksi mata, M. Samsodin, api diduga berasal dari korsleting listrik pada alat penanak nasi elektronik (magic com) yang kemudian merembet cepat membakar seluruh isi bangunan. Mengingat lokasi berada di kawasan pemukiman, Damkar Pos Pare langsung menerjunkan dua unit armada pemadam dengan kekuatan enam personel. Petugas yang tiba di lokasi pukul 02.35 WIB bekerja ekstra keras memadamkan api hingga situasi dinyatakan benar-benar kondusif pada pukul 03.50 WIB.

Data Dampak Kerugian Materiil dan Penyelamatan Aset
​Berdasarkan hasil asesmen resmi yang dirilis oleh jajaran Satpol PP Kabupaten Kediri, berikut rincian dampak dari kedua peristiwa kebakaran tersebut:

​Kebakaran Pabrik Kayu (Badas):
​Estimasi Kerugian: Rp 30.000.000,-
​Aset yang Diselamatkan: Rp 200.000.000,-
​Korban Jiwa/Luka: Nihil
​Kebakaran Rumah Tinggal (Gurah):
​Estimasi Kerugian: Rp 200.000.000,-
​Aset yang Diselamatkan: Rp 300.000.000,-
​Korban Jiwa/Luka: Nihil

​”Kami bersyukur tidak ada korban jiwa maupun luka-luka (nihil) dalam kedua insiden ini. Namun, total kerugian materiil gabungan dari kedua tempat tersebut mencapai Rp 230 juta,” terang Plt. Kasatpol PP Kediri, Kaleb Untung Satrio Wicaksono.

​Pihak berwenang mengimbau keras kepada masyarakat luas agar meningkatkan kewaspadaan, rutin memeriksa kelaikan instalasi listrik rumah, serta tidak meninggalkan peralatan elektronik berdaya tinggi dalam keadaan menyala tanpa pengawasan guna menghindari musibah serupa di kemudian hari.(Nang)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *