oleh

Festival FORSGI Kota Kediri 2026: Wadah Gali Bakat Sepak Bola Usia Dini Penuh Nilai Karakter

Kediri,Wartapanjalu.com— Festival Forum Sepak Bola Generasi Indonesia (FORSGI) Kota Kediri 2026 resmi digelar di Lapangan Putra Utama, Kelurahan Rejomulyo, Kecamatan Kota, Kota Kediri, Ahad (31/5/2026). Kompetisi yang memperebutkan Piala Wali Kota Kediri ini menjadi ajang bergengsi bagi atlet muda dan diikuti oleh 12 tim yang terbagi ke dalam dua kelompok umur, yaitu enam tim Kelompok Umur (KU) 10 dan enam tim KU-12.

 

Mengusung tema “Jeli dan Peduli, Profesional, Religius, dan Berkarakter”, kegiatan ini juga mengangkat semboyan khas “Ngaji Iyo, Sekolah Iyo, Bal-balan Iyo”. Semboyan tersebut menjadi bukti nyata upaya menyeimbangkan pendidikan agama, pendidikan umum, serta pengembangan bakat dan minat olahraga bagi generasi muda.

 

Dihadiri Pejabat Daerah dan Dimeriahkan Seni Budaya

Acara pembukaan berlangsung meriah dan dihadiri sejumlah tokoh penting, antara lain Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Kota Kediri Herry Purnomo, Wakil Ketua DPRD Kota Kediri Sujono, Ketua PSSI Kota Kediri Tomi Ariwibowo, serta berbagai tamu undangan lainnya. Suasana semakin hidup dengan penampilan seni pencak silat yang memukau yang ditampilkan oleh warga dan anggota LDII.

Dalam sambutannya, Herry Purnomo menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada FORSGI dan keluarga besar LDII yang telah konsisten membina bakat sepak bola sejak usia dini. Menurutnya, kegiatan ini bukan sekadar ajang bertanding, melainkan ruang positif bagi anak-anak untuk menyalurkan hobi dan mengembangkan potensi diri.

“Terima kasih kepada FORSGI yang telah menyediakan wadah bagi anak-anak untuk menyalurkan hobi dan bakatnya. Melalui sepak bola, anak-anak belajar sportivitas, kejujuran, kerja sama tim, serta membangun karakter yang kuat,” ujar Herry.

Ia juga berpesan kepada seluruh peserta agar bertanding dengan semangat juang tinggi, tetap menjunjung tinggi nilai kejujuran, serta selalu mengedepankan kekompakan tim. “Bermainlah dengan kerja sama yang baik agar tercipta kekompakan. Selain kuat secara fisik dan sehat jasmani, anak-anak juga harus memiliki akhlak yang baik,” tambahnya.

Setelah rangkaian sambutan selesai, Festival FORSGI Kota Kediri 2026 secara resmi dibuka oleh Herry Purnomo dengan penyerahan bendera pertandingan sebagai tanda dimulainya rangkaian pertandingan.

 

Persiapan Atlet Muda Menuju Kompetisi Tingkat Provinsi dan Nasional

Sementara itu, Ketua FORSGI Kota Kediri, H. Mujianto, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas sepak bola usia dini di wilayahnya, sekaligus mempersiapkan bibit-bibit unggul menghadapi kompetisi tingkat Jawa Timur hingga ke tingkat nasional.

 

“Target kami tahun ini bisa berprestasi di tingkat nasional. Anak-anak akan dipersiapkan melalui pusat pelatihan atau training center agar benar-benar matang dan siap membawa nama baik Kota Kediri,” tegasnya.

 

Mujianto juga menyampaikan bahwa tim yang berhasil meraih juara pada festival ini akan ditunjuk sebagai perwakilan zona Kota Kediri untuk berlaga pada kompetisi tingkat Provinsi Jawa Timur yang dijadwalkan berlangsung pada akhir Juni hingga Juli 2026 mendatang.

 

Seluruh peserta yang ikut serta dalam kegiatan ini berasal dari tiga wilayah pembinaan utama FORSGI Kota Kediri, yaitu Kediri Timur, Kediri Barat, dan Kediri Tengah. Masing-masing wilayah mengirimkan perwakilan untuk kategori KU-10 dan KU-12, sehingga membentuk total 12 tim yang bertanding.

 

Sepak Bola dan Pendidikan Karakter Berjalan Beriringan

Ketua LDII Kota Kediri sekaligus Pembina FORSGI, H. Agung Riyanto, menegaskan bahwa pembinaan yang dilakukan tidak hanya berfokus pada kemampuan teknis dan fisik sepak bola semata, namun juga sangat mengutamakan pembentukan karakter dan kepribadian anak.

 

“Kami menerapkan pendidikan karakter sejak dini, termasuk nilai kerukunan, kekompakan, kerja sama tim, disiplin, ketertiban, dan sportivitas. Anak-anak juga diajarkan untuk saling memaafkan dan selalu menghormati lawan maupun sesama rekan,” jelas Agung.

 

Menurutnya, slogan “Ngaji Iyo, Sekolah Iyo, Bal-balan Iyo” yang diusung merupakan wujud nyata dari keseimbangan yang harmonis antara pendidikan agama, pendidikan formal, serta pengembangan bakat olahraga. Hal ini diharapkan dapat melahirkan atlet yang tidak hanya hebat di lapangan, namun juga memiliki akhlak dan moral yang mulia.

 

“Harapannya, dari pembinaan yang dilakukan sejak usia dini ini akan lahir pemain-pemain sepak bola yang dapat diandalkan, baik untuk kebutuhan tim daerah, tim nasional, hingga mampu berkarier di kancah internasional,” pungkas Agung Riyanto.(Nang)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed