oleh

Hadiri Dialog Kebangsaan Pemkot Kediri, PSHT Pusat Madiun Tegaskan Komitmen Jaga Persatuan

Kediri,Wartapanjalu.com– Menjelang peringatan Hari Kemerdekaan RI ke-81 pada Agustus 2026, Pemerintah Kota Kediri mengambil langkah antisipatif untuk menjaga stabilitas wilayah. Melalui dialog kebangsaan bertajuk “Menjaga Bhinneka Tunggal Ika Merawat Persatuan Bangsa”, Pemkot mengajak seluruh elemen masyarakat bersatu menjaga kondusifitas Kota Kediri.

Acara tersebut digelar di Ruang Joyoboyo, Balai Kota Kediri, pada Selasa, 11 Agustus 2026. Dialog ini dihadiri lengkap oleh berbagai unsur masyarakat, mulai dari organisasi masyarakat (ormas), para pesilat, mahasiswa, hingga Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB).

Cegah Konflik Sejak Dini
Wali Kota Kediri, Vinanda Prameswati menegaskan bahwa dialog ini bukan sekadar seremonial, melainkan langkah pencegahan agar potensi gesekan sosial tidak meluas.

Menurutnya, stabilitas kota harus dijaga bersama sebelum persoalan kecil berkembang menjadi gangguan keamanan yang nyata.

“Prinsipnya adalah mencegah eskalasi sebelum menjadi gangguan nyata. Jangan menunggu situasi membesar baru kita bergerak,” tegas Vinanda dalam paparannya.

Tiga Fokus Utama Jaga Kondusifitas Kediri

Untuk menekan potensi kerawanan sosial, Pemkot Kediri menyiapkan tiga strategi utama yang akan dijalankan secara kolaboratif.

1. Edukasi di Lingkungan Pendidikan
Memperkuat pengawasan dan edukasi bersama sekolah, orang tua, serta instansi terkait untuk mencegah penyalahgunaan narkoba dan paham radikalisme di kalangan pelajar.

2. Melawan Hoaks dengan Narasi Edukatif
Masyarakat tidak hanya diimbau untuk memilah informasi, tetapi juga diajak aktif menyajikan narasi tandingan yang benar, edukatif, dan mudah dipahami untuk membendung hoaks di ruang digital.

3. Merangkul Mahasiswa Sebagai Mitra Dialog

Mahasiswa diposisikan sebagai mitra, bukan objek pengawasan. Aspirasi mereka akan diserap melalui ruang diskusi terbuka dan kegiatan sosial bersama.

Kapolres Soroti Peningkatan Eskalasi, Minta Peran Pesilat
Sementara itu, Kapolres Kediri Kota AKBP Kresno Wisnu Putranto mengungkapkan hasil pemantauan di lapangan. Hingga akhir Juli 2026, pihaknya mencatat adanya peningkatan eskalasi di beberapa bidang.

Hal itu ditandai dengan meningkatnya penyampaian aspirasi masyarakat, potensi konflik sosial, hingga ancaman gangguan di ruang siber.

“Untuk mewujudkan Kota Kediri yang aman dan kondusif, memerlukan dukungan seluruh elemen masyarakat, dan juga peran serta para pesilat. Kami mengimbau seluruh elemen, termasuk para pesilat, untuk bahu-membahu merawat stabilitas wilayah agar Kota Kediri tetap kondusif,” ujar AKBP Kresno.

PSHT Siap Bersinergi Jaga Kediri Aman
Dukungan penuh datang dari kalangan pesilat. Humas PSHT Cabang Kota Kediri Pusat Madiun, Tomi Ariwibowo, menyambut positif dialog kebangsaan ini sebagai wadah memperkuat persatuan di tengah keberagaman.

Pihaknya memastikan siap bersinergi dan berkoordinasi dengan semua pihak.

“Kita siap bersinergi dengan Pemerintah Kota Kediri, dan selalu berkoordinasi dengan semua elemen, untuk menjaga Kota Kediri tetap aman dan kondusif,” tutup Tomi.

Dengan dialog ini, Pemkot Kediri berharap peringatan HUT RI ke-81 di Kota Kediri dapat berjalan aman, damai, dan penuh semangat persatuan.(Sum)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed