Kediri,Wartapanjalu.com–Pedagang Pasar Bandar kondisinya semakin tidak menentu setelah Polemik yang terjadi di lingkup pasar dibawah pengelolaan Perumda Pasar Joyoboyo Kota Kediri antara pedagang dengan Direksi Perumda Pasar Joyoboyo Kota Kediri mengenai besaran tarif kios masih belum menemukan kata sepakat. Setelah sempat diwarnai aksi mogok oleh pedagang di Pasar Bandar hingga mediasi yang digelar di lantai 2 pasar bandar pada senin (07/09/2026) sejauh ini belum ada titk temu yang konkrit.

Seakan tak mau menyerah pedangang pasar bandar yang diwakili oleh Yunus telah mengirim surat permohonan Audiensi ke DPRD Kota Kediri yang ditembuskan kepada Wali Kota Kediri selaku KPM dan Perumda Pasar Joyoboyo selaju pengelola pasar pada rabu (09/09) untuk segera menemukan solusi dari polemik yang terjadi saat ini. Namun hingga hari ini Kamis (17/09/2026) Surat tersebut taknkunjung dapat jawaban dari DPRD Kota Kediri.
Ditemui di kios tempatnya berdagang Yunus menunjukkan Surat Permohonan Audiensi yang sudah dikirim 8 hari lalu lengkap degan tanda terima surat. Sampai sat ini para pedagang masih berharap akan segera mendapat respon dari Wakil Rakyat untuk digelar Audiensi dengan Pihak Perumda Pasar Joyoboyo dan juga Pemerintah Kota Kediri selaku Kuasa Pemikik Modal (KPM).
“Kami sudah berupaya mengirim surat ke DPRD Kota Kediri, supaya difasilitasi audiensi dengan Perumda dan Pemerintah Kota Kediri untuk menyelesaikan permaslahan ini secara musyawarah” ungkap Yunus.
Kendati masih belum mendapatkan respon dari DPRD Kota Kediri, para pedagang masih menaruh harapan kepada Wakil Rakyat untuk segera diagendakan Audiensi tersebut.
“Harapan kami DPRD Kota Kediri segera merespon surat kami, hingga terselenggara Audiensi dengan Penegelola pasar dan Kuasa Pemilik Modal. Dan kami berjabji tidak akan bicara dengan nada tinggi, kami akan lebih mengedepankan musyawarah,” harapnya.
Sementara itu Ketua Komisi B DPRD Kota Kediri Arif Junaidi yang membidangi Perusahaan Daerah dikonfirmasi melalui Sambungan WhatsApp jurnalis mengungkapkan, Pihaknya saat ini masih fokus pada rapat perubahan anggaran, dan menunggu petunjuk dari pimpinan DPRD Kota Kediri.
“Saat ini kami masih fokus pada rapat perubahan anggaran, untuk surat audiensi pedagang kami menunggu petunjuk dari pimpinan,” terang Arif Junaidi.
Tak hanya pedagang di pasar bandar, pedagang di pasar lainnya seperti Pasar Setono Betek, Pasar Grosir Ngronggo, dan Pasar Pahing juga mengalami hal yang sama. (*/Dhi/Ali)











Komentar