Api Diduga Berasal dari Pembakaran Sampah, Merembet ke Daun Tebu Kering
Kediri,WartaPanjalu.com — Kebakaran melanda lahan tebu milik Desa Gogorante, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri, Minggu (4/10/2026). Api diperkirakan membakar sekitar 2 hektare lahan dan menimbulkan kerugian material hingga Rp50 juta.
Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Kediri, Drs. Kaleb Untung Satrio W., MM, melalui laporan penanganan kebakaran menyebutkan, peristiwa tersebut terjadi di RT 19/RW 04, Dusun Gogorante, Desa Gogorante.
Laporan kebakaran diterima petugas pada pukul 11.53 WIB dari Sucipto. Tim Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Kediri Pos Grogol kemudian bergerak menuju lokasi pada pukul 11.56 WIB dan tiba sekitar pukul 12.15 WIB.
Berdasarkan keterangan di lokasi, lahan tebu tersebut sedang dalam proses penebangan. Pemilik lahan belum melakukan pembakaran terhadap sisa daun tebu kering.
Api diduga justru berasal dari pembakaran sampah yang dilakukan orang tidak dikenal. Kobaran kemudian merembet ke tumpukan daun tebu kering hingga menjalar ke tanaman tebu yang belum ditebang.
Petugas Damkar Kabupaten Kediri langsung melakukan pemadaman untuk mencegah api meluas. Sebanyak satu unit armada Damkar Pos Grogol berkapasitas 5.000 liter dengan nomor polisi AG 8156 EP dikerahkan ke lokasi.
Lima personel terlibat dalam proses pemadaman. Setelah sekitar satu jam, api berhasil dikendalikan dan dipadamkan sesuai standar operasional prosedur (SOP).
Kebakaran tersebut diperkirakan menyebabkan kerugian material sekitar Rp50 juta, sementara nilai aset yang berhasil diselamatkan ditaksir mencapai Rp20 juta.
Tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian tersebut. Korban luka ringan nihil, luka berat nihil, dan meninggal dunia nihil.
Petugas mengimbau masyarakat agar tidak sembarangan membakar sampah, terutama di sekitar lahan pertanian yang terdapat daun atau tanaman kering. Kondisi tersebut dapat membuat api dengan cepat merembet dan sulit dikendalikan.(Sum/Her)











Komentar