oleh

Kebakaran di Kediri Melonjak Tajam Sepanjang Awal 2026, Kelalaian dan Cuaca Kering Jadi Pemicu Utama

Kediri,Wartapanjalu.com–Kasus kebakaran di Kabupaten Kediri naik cukup tajam pada lima bulan pertama 2026. Data Satpol PP Kabupaten Kediri mencatat ada 63 kejadian dari Januari hingga Mei 2026. Angka ini melonjak dibanding periode yang sama tahun 2025 yang hanya 49 kasus.

 

Kepala Satpol PP Kabupaten Kediri, Kaleb Untung Satrio Wicaksono, menyebut cuaca jadi penyebab utama kenaikan tersebut.

Musim Kemarau Panjang Bikin Material Mudah Terbakar

“Kalau di tahun 2026 Januari sampai Mei kita ada 63 kejadian, berarti ada peningkatan dibandingkan tahun 2025,” kata Kaleb saat ditemui di kantornya, Selasa 9/6/2026.

 

Menurutnya, musim kemarau tahun ini berlangsung lebih panjang dan lebih kering dibanding tahun lalu. Akibatnya, daun kering, kayu, dan material lain jadi sangat mudah tersulut api. Risiko kebakaran pun otomatis naik, terutama di area permukiman dan lahan terbuka.

Bakar Sampah dan Sisa Tebu Jadi Pemicu, Instalasi Listrik Tua Masih Jadi Biang Kerok

Selain faktor cuaca, kelalaian manusia masih jadi penyebab klasik. Beberapa kebakaran dipicu warga yang membakar sampah lalu ditinggal pergi. Api yang tak diawasi akhirnya merambat ke rumah atau lahan sebelah.

 

Aktivitas pembakaran sisa panen tebu di ladang juga sering lepas kendali dan memicu kebakaran lahan.

 

Faktor lain yang tak kalah dominan: instalasi listrik rumah yang sudah tua. “Kurangnya perhatian terhadap peremajaan instalasi listrik juga sering menyebabkan kebakaran,” imbuh Kaleb. Kabel getas, sambungan longgar, dan stop kontak kelebihan beban masih banyak ditemukan di rumah warga.

Kasus Penyelamatan Non Kebakaran Naik Hampir 2 Kali Lipat

Tak hanya memadamkan api, Damkar Satpol PP Kabupaten Kediri juga sibuk menangani kasus non kebakaran. Mulai dari evakuasi ular masuk rumah, sarang tawon vespa, sampai menyelamatkan ternak yang tercebur sumur.

 

Jumlahnya bahkan naik lebih tajam. Pada Januari-Mei 2025 tercatat 470 kejadian. Tahun ini, di periode yang sama, melesat jadi 769 kejadian.

Damkar Gencar Sosialisasi Gratis, Warga Cukup Siapkan Tabung LPG untuk Praktik

Melihat angka yang tinggi, Satpol PP Kediri makin gencar turun ke masyarakat. Program edukasi pencegahan kebakaran digelar di sekolah, kampung, tempat usaha, hingga ke dapur program Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi atau SPPG.

 

Menariknya, banyak warga yang justru minta didatangi untuk diberi pelatihan. “Kami tetap memberikan pelayanan secara gratis sebagai bentuk pelayanan kepada masyarakat,” jelas Kaleb. Warga hanya perlu menyiapkan alat praktik seperti tabung gas LPG 3 kg dan peralatan simulasi lainnya.

3 Pos Siaga di Pare, Grogol, dan Ngadiluwih, Target Tiba 15 Menit

Untuk mempercepat respons, armada Damkar kini disiagakan di tiga pos utama: Pare, Grogol, dan Ngadiluwih. Tiga titik ini dipilih agar seluruh kecamatan di Kabupaten Kediri bisa terjangkau cepat.

 

Sesuai Standar Pelayanan Minimal, petugas ditargetkan sampai di lokasi maksimal 15 menit setelah laporan masuk.

Kendala: Warga Telat Melapor Karena Panik dan Bingung

Meski pos sudah siap, kendala di lapangan masih ada. Kaleb mengaku laporan dari warga sering telat. “Kadang masyarakat lapornya terlambat atau tidak tahu harus melapor ke mana. Saat terjadi kejadian mereka panik terlebih dahulu sebelum akhirnya menghubungi petugas,” ungkapnya.

 

Akibatnya, api sudah membesar saat petugas tiba. Karena itu, Kaleb mengimbau warga jangan ragu langsung hubungi pos Damkar terdekat begitu melihat tanda kebakaran atau kondisi darurat.

Kerugian Kebakaran 2026 Tembus Rp100 Juta per Kejadian

Catatan Satpol PP Kabupaten Kediri menunjukkan kerugian tiap kebakaran sangat bervariasi. Mulai dari Rp5 juta untuk kasus kecil, hingga Rp100 juta untuk rumah atau bangunan yang rusak parah.

 

Dengan musim kemarau yang masih berlangsung, Kaleb meminta warga lebih waspada. Cek instalasi listrik, jangan tinggalkan api pembakaran sampah, dan pastikan tahu nomor telepon Damkar terdekat.(Nang)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *