Kediri ,Wartapanjalu.com– Sebuah insiden kebakaran terjadi di fasilitas kesehatan milik Pemerintah Kabupaten Kediri, tepatnya di Puskesmas Tiron, pada dini hari Senin (1/6/2026). Api yang diduga berasal dari hubungan arus pendek (konsleting) listrik berhasil dipadamkan oleh tim gabungan pemadam kebakaran setelah berjuang selama lebih dari dua jam.
Berdasarkan laporan dari Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Kediri, Kaleb Untung Satrio Wicaksono, kejadian bermula saat penjaga puskesmas melihat api sudah membesar di area lemari es bagian apotek. Tidak ada korban jiwa dalam insiden ini, namun kerugian materiil diperkirakan mencapai Rp1 miliar.

Kronologi Kejadian dan Respons Cepat Tim Damkar
Insiden ini pertama kali dilaporkan oleh warga bernama Ulfa melalui telepon darurat pada pukul 00.28 WIB. Merespons laporan tersebut, Tim Damkar Kabupaten Kediri dari Pos Grogol segera siaga dan berangkat menuju lokasi tiga menit kemudian, yakni pukul 00.33 WIB.
Armada pemadam tiba di lokasi yang berada di RT 01/RW 01, Dusun Sambirejo, Desa Tiron, Kecamatan Banyakan, pada pukul 00.41 WIB. Selisih waktu yang singkat antara laporan dan kedatangan tim menunjukkan respons cepat dari satuan darurat daerah tersebut.
“Tim langsung melakukan tindakan pemadaman sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) begitu tiba di lokasi,” ujar Kaleb dalam laporannya, Senin pagi.

Operasi Pemadaman Melibatkan Tiga Unit Armada
Mengingat besarnya api yang sempat mengancam ruangan apotek, operasi pemadaman tidak dilakukan sendirian. Tim Damkar Pos Grogol mengerahkan dua unit armada berkapasitas 5.000 liter dengan lima orang personel.
Untuk memastikan api benar-benar padam dan mencegah merambat ke area lain, bantuan juga datang dari satu unit armada Pos Ngadiluwih serta satu unit dari Pemadam Kebakaran (PMK) Kota Kediri. Kolaborasi antar-instansi ini berhasil mengendalikan situasi sepenuhnya hingga pukul 03.00 WIB.
Kerugian Materiil Capai Rp1 Miliar, Namun Aset Penting Terselamatkan
Dari hasil evaluasi pasca-kebakaran, total kerugian materiil akibat insiden ini diperkirakan mencapai Rp1.000.000.000 (satu miliar rupiah). Kerusakan terpusat pada area apotek dan peralatan elektronik di sekitarnya.
Namun, berkat kerja cepat tim pemadam, aset bernilai sekitar Rp800.000.000 (delapan ratus juta rupiah) berhasil diselamatkan. Hal ini meminimalisir dampak jangka panjang terhadap operasional pelayanan kesehatan di Puskesmas Tiron.
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Data resmi mencatat nihil korban luka ringan, luka berat, maupun meninggal dunia.
Imbauan Kewaspadaan Instalasi Listrik
Kepala Satpol PP Kabupaten Kediri, melalui pltnya, mengimbau kepada seluruh pengelola fasilitas umum, khususnya yang memiliki peralatan elektronik berdaya tinggi seperti lemari pendingin di apotek, untuk rutin memeriksa instalasi listrik.
Konsleting listrik masih menjadi salah satu penyebab utama kebakaran di bangunan publik. Pemeriksaan berkala terhadap kabel, stop kontak, dan beban listrik diharapkan dapat mencegah terulangnya insiden serupa di masa mendatang.
Saat ini, pihak Puskesmas Tiron sedang melakukan pembersihan area dan inventarisasi kerusakan lebih detail untuk proses perbaikan.(Nang)


Komentar