Kediri,Wartapanjalu.com– Ketua MD KAHMI Kota Kediri, Imam Wihdan Zarkasyi, ST., MM., menegaskan pentingnya kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) membangun tradisi berpikir kritis berbasis data dalam menjawab persoalan bangsa. Pesan itu disampaikannya saat memberikan Stadium General pada pembukaan Training Raya Tingkat Nasional HMI Cabang Kediri Periode 2025–2026 di Gedung Jayabaya Balai Kota Kediri, Sabtu (1/8/2026).
Dalam forum yang diikuti 44 kader HMI dari berbagai daerah di Indonesia tersebut, Imam menilai tema yang diangkat sangat relevan dengan kondisi nasional saat ini, yakni krisis energi, ekologi, dan pangan. Namun, menurutnya, tema besar itu harus dibarengi dengan kemampuan kader mengolah data dan melakukan analisis secara mendalam.
“Kristalisasi nalar intelektual itu tidak bisa dikerjakan secara instan. Jangan sampai kita terburu-buru merumuskan solusi tanpa didukung data yang akurat. Rekomendasi yang dihasilkan harus benar-benar relevan dengan kebutuhan masyarakat,” tegas Imam.
Pria yang juga menjabat sebagai Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Kota Kediri Periode 2024–2029 itu mengatakan, HMI memiliki tanggung jawab moral untuk melahirkan gagasan yang mampu menjawab tantangan zaman. Menurutnya, kader tidak cukup hanya kritis terhadap persoalan bangsa, tetapi juga harus mampu menawarkan solusi yang dapat dipertanggungjawabkan secara akademik.
Imam juga mengapresiasi kehadiran peserta dari berbagai wilayah Indonesia, mulai Ambon, Kendari, Makassar, Kalimantan, Sumatra, hingga berbagai daerah lainnya. Keberagaman latar belakang tersebut dinilai menjadi kekuatan karena setiap peserta membawa pengalaman dan perspektif berbeda yang dapat dipadukan menjadi solusi bagi persoalan nasional.
“Pertemuan kader dari berbagai daerah seperti ini menjadi ruang belajar yang sangat baik. Masing-masing membawa pengalaman daerahnya untuk kemudian dirumuskan menjadi rekomendasi yang lebih komprehensif bagi Indonesia,” ujarnya.
Training Raya Nasional HMI Cabang Kediri berlangsung pada 1–6 Agustus 2026 dan diikuti 44 peserta yang terdiri atas 34 peserta Intermediate Training (LK II) serta 10 peserta Senior Course (SC).
Tahun ini kegiatan mengusung tema “Kristalisasi Nalar Intelektual Kader HMI dalam Menghadapi Krisis Energi, Ekologi, dan Pangan Nasional sebagai Wujud Akselerasi Menuju Masyarakat Berdaulat Adil Makmur.”
Ketua Umum HMI Cabang Kediri, Chanifan Ibadi F.H., menjelaskan bahwa selain mengikuti materi dari sejumlah akademisi, fungsionaris PB HMI, dan para alumni, seluruh peserta juga diwajibkan menyusun jurnal ilmiah sebagai syarat kelulusan. Jurnal tersebut diharapkan menghasilkan rekomendasi kebijakan yang dapat menjadi masukan bagi pemerintah.
Pembukaan kegiatan turut dihadiri Ketua DPRD Kota Kediri Dra. Firdaus dan Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati. Keduanya menyampaikan dukungan terhadap penguatan kapasitas intelektual kader HMI serta mendorong kolaborasi mahasiswa dengan pemerintah dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan.
Melalui forum nasional ini, HMI Cabang Kediri berharap lahir kader-kader yang tidak hanya kuat dalam organisasi, tetapi juga mampu menjadi intelektual muda yang menghadirkan solusi nyata bagi berbagai persoalan bangsa.(Sum)











Komentar