oleh

Tak Mau Terjebak Macet? Ini Rute Alternatif Selama Jembatan Kaliombo I Kediri Diperbaiki

Kediri,Wartapanjalu.com– Pengendara yang melintas di Kota Kediri wajib catat. Pemerintah Kota Kediri resmi menutup total Jembatan Kaliombo I mulai 29 Mei 2026 untuk proyek rehabilitasi besar-besaran. Penutupan diperkirakan berlangsung hingga 11 Desember 2026.

Langkah ini diambil menyusul usia jembatan yang sudah 86 tahun, jauh melampaui umur ideal konstruksi jembatan 25-35 tahun. Selama enam bulan ke depan, arus lalu lintas akan dialihkan dan berpotensi menimbulkan titik kepadatan baru, terutama di jam sibuk dan long weekend.

Usia 86 Tahun, Jembatan Kaliombo I Masuk Perbaikan Mendesak
Kepala Dinas Perhubungan Kota Kediri, Arief Cholisudin, menegaskan rehabilitasi ini bersifat preventif. Tujuannya mencegah kerusakan fatal karena faktor usia.

“Pembangunan dilakukan sebagai upaya pembenahan dan pemeliharaan. Jangan sampai menunggu terjadi kerusakan yang lebih besar baru dilakukan perbaikan. Tahun ini penganggaran memang difokuskan untuk Jembatan Kaliombo I,” ujar Cholisudin, Senin 1 Juni 2026.

Jembatan yang jadi penghubung vital Kediri ini sudah berdiri sejak 1940. Dengan beban lalu lintas yang terus naik, perbaikan total dinilai tak bisa ditunda lagi.

Jalur Alternatif Kendaraan Selama Jembatan Kaliombo I Ditutup
Dishub Kota Kediri telah memetakan rute pengalihan arus untuk menghindari kemacetan total. Berikut panduan jalur alternatifnya:

1. Bus Jurusan Surabaya – Tulungagung
Dialihkan lewat: Jalan Mayor Bismo → Jalan Diponegoro → Jalan Imam Bonjol → tembus Jalan Sersan Suharmadji.

2. Kendaraan Pribadi & Sepeda Motor
Dialihkan lewat: Simpang Empat Alun-Alun → Jalan Brigjen Katamso → Simpang Empat Baruna → arah Jalan Kaliombo.

Pemkot sudah memasang rambu petunjuk arah di titik-titik strategis. Pengendara dari luar kota diimbau update informasi sebelum berangkat agar tidak salah jalur.
Kondisi Lalu Lintas Terkini: Padat Merayap, Belum Macet Total
Penutupan yang bertepatan dengan long weekend langsung berdampak pada volume kendaraan. Berdasarkan pantauan real-time Area Traffic Control System (ATCS), arus di sekitar proyek meningkat signifikan.

Meski begitu, Dishub memastikan kondisi masih bergerak. Kepadatan dipicu sistem buka-tutup dan pengalihan arus dari Jalan Urip Sumoharjo.

“Dari pantauan ATCS, kondisi lalu lintas terpantau padat merayap, bukan stagnan atau berhenti total,” jelas Cholisudin. Ia menyebut masih banyak pengendara luar kota yang belum tahu info penutupan.

Petugas Gabungan Disiagakan, Lampu Lalin Diatur via ATCS
Untuk mengurai penumpukan, Dishub bersinergi dengan Satlantas Polres Kediri Kota dan pelaksana proyek. Penjagaan intensif dilakukan selama dua minggu pertama di titik rawan macet.

Intervensi teknologi juga disiapkan. Durasi lampu lalu lintas akan diatur situasional lewat ruang kontrol ATCS jika antrean mulai mengular.

Masyarakat yang menemui kendala di jalur pengalihan bisa lapor ke layanan aduan terintegrasi Lapor Mbak Wali 112.

Dishub: Kunci Lancar Ada di Disiplin Pengendara
Cholisudin mengingatkan, kapasitas jalan yang berkurang harus diimbangi dengan ketertiban pengguna jalan.

“Dari pemantauan di lapangan, kepadatan sering kali dipicu pengendara yang saling mendahului, memotong jalur, dan tidak tertib. Dengan saling menghormati, lalu lintas akan lebih lancar dan semua dapat sampai tujuan dengan selamat,” pungkasnya.

Catatan untuk pengendara: Hindari jam sibuk jika memungkinkan, patuhi rambu dan arahan petugas, serta cek update lalu lintas sebelum berangkat.(Dan/Ali)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed