oleh

Dari Data, Ekonomi hingga Cagar Budaya, Kapolres Kediri Perluas Komunikasi

Kediri,Wartapanjalu.com— Beragam informasi tentang kondisi daerah menjadi perhatian Kapolres Kediri AKBP Dr. M. Wahyudin Latif, S.H., S.I.K., M.Si. saat menerima tiga agenda audiensi di ruang kerja Kapolres Kediri, Selasa (11/8/2026) sore.

Dalam sehari, Beliau menerima kunjungan Kepala BPS Kabupaten Kediri, jajaran pimpinan BRI Cabang Pare, serta pengurus Situs Persada Soekarno Ndalem Pojok. Ketiganya membawa perspektif berbeda, mulai dari perkembangan data wilayah, aktivitas ekonomi dan pelayanan perbankan, hingga kondisi situs yang memiliki nilai sejarah.

Pertemuan tersebut sekaligus menjadi bagian dari langkah AKBP Latif mengenali lebih dekat karakter Kabupaten Kediri. Data dan informasi dari berbagai sektor dinilai penting agar kepolisian tidak hanya melihat persoalan dari sisi keamanan, tetapi juga memahami kondisi sosial yang melatarbelakanginya.

“Data itu penting untuk membantu kita melihat kondisi masyarakat secara lebih utuh. Dari situ kita bisa memahami perkembangan wilayah dan menentukan langkah yang lebih tepat,” ungkap AKBP Latif.

Sementara itu, audiensi dengan jajaran BRI Cabang Pare membuka komunikasi mengenai aktivitas perbankan dan pelayanan kepada masyarakat. Adapun pengurus Situs Persada Soekarno Ndalem Pojok menyampaikan kondisi serta dinamika yang berkaitan dengan keberadaan situs dan lingkungan di sekitarnya.

Bagi Polres Kediri, informasi dari berbagai unsur tersebut menjadi bahan untuk memperkuat koordinasi. Setiap pihak memiliki sudut pandang dan bidang yang berbeda, namun seluruhnya bersinggungan dengan kehidupan masyarakat.

“Kita perlu mendengar langsung dari berbagai pihak. Tidak semua persoalan bisa dilihat hanya dari perspektif kamtibmas. Ketika kita memahami konteksnya, koordinasi dan penanganannya juga bisa lebih tepat,” imbuh AKBP Latif.

Rangkaian audiensi itu memperluas jejaring komunikasi Kapolres dengan berbagai elemen di Kabupaten Kediri. Bukan sekadar agenda perkenalan, pertemuan tersebut menjadi cara untuk mengumpulkan potongan-potongan informasi dari berbagai sektor sebelum diterjemahkan menjadi langkah di lapangan.(Dhy)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed